Senin, 07 Agustus 2017

Setangkai Bunga di Tebing Gunung

Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus serta diperindah dengan kemantapan iman mereka kepada Sang Maha Kuasa. Namun dibalik kebahagiaan yang Bunda rasakan bersama suaminya, ternyata rumah tangga mereka pernah diguncang oleh prahara rumah tangga yang membuat Bunda berkeinginan untuk bercerai dengan suaminya. Syukurnya Allah memberikan jalan untuk masalah mereka.

Setelah menamatkan S1 di FKIP Matematika, Bunda diterima menjadi guru Matematika di salah satu SMP yang ada di daerah ku. Bunda mulai mengajar di SMP tersebut pada tahun 2002. Aku menjadi murid Bunda pada tahun 2008, saat aku kelas 2 SMP. Aku senang belajar Matematika dengan Bunda. Karena Bundalah aku menyukai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian orang ini, termasuk aku. Sejak SD, aku tidak senang belajar Matematika karena rumit dan membosankan. Tapi, ketika aku bertemu Bunda semua berubah. Bunda dengan sabar dan semangat mengajarkan ku Matematika dan ia berhasil membuat ku cinta dengan pelajaran tersebut. Bundalah guru pertama yang merubah pandangan ku terhadap Matematika. Kini Matematika menjadi salah satu pelajaran favorit ku, sangat favorit. Itulah sebabnya aku memanggilnya bukan Ibu, tetapi Bunda. Jiwa keibuannya yang begitu hangat dan kesabarannya dalam menndidi
... baca selengkapnya di Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 07 November 2012

kembali

dari sepenggal perjalanan
ada kebenaran yang terlewatkan
bersembunyi di belakang kerongkonganku
kebenaran yang merindukanku
rindu padaku untuk kembali pada kebenaran yang lama ku tinggalkan
kehidupan adalah bacaan
dalam tinta tinta kesalahan ... kebenaran.. tangis dan tawa
dalam masa yang tak abadi
kita pasti kan terhapus
tapi tentu tidak sepele


Sabtu, 14 Maret 2009

Chaos

Alam meracau
Mengungkapkan keresahan
Kegontaian dalam melangkah
Menapaki usianya yang lanjut
Didalamnya ada ego yang bertabrakan
Amarah berbalasan
Penindasan untuk kekuasaan
Tak terasakan panas mentari
Saat hidup hanya terus mengejar materi
Tak lagi sama
Ganjil
Tak nyaman
Berhentilah agar kesadaran menemukanmu

Jumat, 13 Maret 2009

Someday

Esok kuyakin beda dengan hari ini
Sulitnya saat ini
Mudahnya saat ini
Gembira,sedih?
Hidup terlalu gampang tuk dipertaruhkan dalam satu hari
Jangan menyiram baramu dengan air
Turutilah hingga abunya

Di batas kelincahan

Gak ada yang jelek untuk hari ini atau esok
Karena pastinya sama saja
Berubah tak selamanya buruk
Dan tak perlu sesali adanya perubahan
Karena perubahan adalah pilihan
Dunia tak mungkin mengikutimu
Kau hanya perlu melekat
Lebih erat
Pada apa yang kau yakini
Yakin dengan logika dan hatimu
Hehehe
Ting tong